instagram linkedin twitter facebook Youtube
  • Home
  • About
  • Contact

Aqila's Diary

Pernah ga sih bete saat travelling? Dikarenakan lack of preparation, rencana travelling kamu malah bercampur emosi dan keringat aja deh. Nah, kali ini aku bakal kasih kamu tips penting pesiapan travelling ke India. Cocok banget buat kamu yang akan menetap di sana dalam jangka waktu yang cukup lama. Walaupun sekarang bumi sedang murung dan kita harus #DiRumahAja, semoga bacaan ini bisa mengobati rasa kangen kamu untuk travelling, ya!

1. Siapkan Sunscreen

Illuminare Sun Protection Face & Body | Rp.149.000 | 

India terkenal dengan negara suhu panas di Benua Asia—panasnya bisa mencapai hingga 51 derajat Celsius. Sinar ultraviolet (UV) ini berdampak buruk pada kulit kita, loh! Selain bisa membuat kulit menjadi kering dan timbulnya flek atau bintik-bintik hitam, sinar UV dapat mengakibatkan penuaan dini. 

Apa sih perbedaan tulisan "SPF" dan "PA"?
Tentunya kedua hal ini memiliki fungsi yang berbeda. 
PA: Komponen yang melindungi kulit dari sinar UVA, sehingga kulit kita terhindar dari perubahan warna menjadi kegelapan/cokelat (suntan)
SPF: Komponen yang melindungi kulit dari sinar UVB, sehingga mencegah adanya kulit terbakar dari sinar matahari (sunburn)

Berikut yang harus kamu dicermati dalam memilih sunscreen untuk travelling ke India!💁

  • Pilihlah sunscreen dengan SPF 30-50/ PA +++
  • Kalau kamu berencana trip berenang, pilihlah waterproof sunscreen
  • Jika kamu memiliki alergi atau kulit sensitif,gunakanlah suncreen tanpa bahan kimia
  • Sunscreen jenis krim atau lotion sangat direkomendasikan sebagai sunscreen utama. 
2. Siapkan Stok Makanan 

Rendang, makanan khas Sumatera Barat

Hidangan India dikenal mempunyai cita rasa yang unik. Cayenne—dasar dari bumbu kari menjadi ciri khasnya. Sayangnya, menurut pendapat aku pribadi dan teman-teman yang sudah menetap di India, kami merasa sulit untuk melakukan penyesuaian lidah nusantara dengan masakan India. 😓

Berikut ini rekomendasi stok makanan yang bisa buat kamu kangen masakan nusantara: 


  • Mie instan—Indomie
  • Sambal terasi
  • Tempe/ikan kering
  • Kerupuk
  • Abon
  • Dendeng/rendang—fyi, India is a home for vegetarian. So, I suggest you to bring your own meat.
  • Pempek
  • Dan lainnya, yang awet cukup lama ya!
.
3. Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar Wajib Hukumnya

Ambert Fort, Jaipur

Bagi kalian yang masih berstatus mahasiswa dan pelajar, selalu bawa student ID card kemana pun kamu pergi terutama ke tourist attraction, ya! 
Sama seperti di Indonesia, pelajar akan dipungut biaya lebih murah dibandingkan sebagai foreign tourist. Harga tiket masuknya saja bisa dua kali lipat lebih mahal, loh. 
Contohnya, saat aku ke Ambert Fort, foreign students dikenakan harga tiket masuk Rs.100 (Rp.20.000) sedangkan foreign tourist Rs.500 (Rp.100.000).

4. Pastikan Kamera HP Kamu Berkualitas

Monkey Temple, Jaipur

Loh, kenapa ga pake kamera aja? Pasalnya, dibeberapa tourist attraction di India kamu dilarang menggunakan kamera, sedangkan handphone boleh dibawa. Pastinya kamu ga mau ketinggalan untuk mengabadikan momen bahagia saat travelling, kan? Ohiya, aku sangat menyarankan kamu membawa penyimpanan data seperti hardisk atau laptop biar kamu bisa berfoto dan buat vlog sesuka hatimu saat travelling!

5. Siapkan OOTD versi kamu!


The Patrika Gate, Jaipur

India terkenal dengan bangunan arsitektur yang unik dan indah, sangat Instagramable! Selalu siapkan Outfit of The Day versi kamu biar album fotomu semakin kece, tapi kamu harus menyesuaikan dengan tujuan destinasi wisatanya ya. Misalnya, kamu mau pergi ke Monkey Temple—mengharuskan kamu untuk berjalan kaki ke puncak bukit dan kamu memilih menggunakan heels, alhasil bukan keanggunan foto yang kamu dapat tapi paha yang pegel luar biasa hehe. Tentunya kamu ga mau kan menyiakan kesempatan ini? 

Yup, itulah dia 5 tips persiapan travelling ke India. Semoga membantu kalian untuk mempersiapkan liburan nanti, ya! 😊


Siapa sih yang ga suka sama traveling? Apalagi jalan-jalan ke luar negeri dengan modal pas-pasan. Yap, India cocok banget untuk dijadikan pilihanmu! Disini, aku ingin berbagi informasi menarik mengenai Pink City-nya India yaitu Jaipur berdasarkan pengalaman aku yang pernah tinggal di sana selama 6 minggu. Yuk, simak tulisan berikut ini. 😍

1. Arsitektur bangunan didominasi warna merah muda

Potret Hawa Mahal, Jaipur/Steemit.com

Salah satu pesona yang kuat dari kota ini adalah arsitektur merah muda bangunan wisata yang sangat Instagramable buat kamu yang hobi berfoto! Selama di sana, aku mengunjungi berbagai jenis tempat wisata di Jaipur dari istana kerajaan yang megah hingga kuil monyet, seperti: Amer Fort & Palace, Hawa Mahal, City Palace, Galta Monkey Temple, dan Nahargarh Fort. 

Harga tiket masuk yang ditawarkan bervariasi, yang pasti akan selalu ada harga khusus turis asing. Dan, bagi kalian yang statusnya pelajar, selalu bawa kartu pelajar kemana pun ya! 😉 Hal ini karena harga yang ditawarkan akan jauh lebih murah. Contohnya, waktu aku ke Amer Fort, harga masuk mahasiswa asing dikenakan Rs.100 (Rp.20.000), sedangkan turis asing lainnya dikenakan Rs. 500 (Rp.100.000).

The city was painted entirely in pink colour in order to honour and welcome the visit of Edward, the Prince of Wales. It was done in the year 1876 by Maharaja Ram Singh and since then, Jaipur has been called the Pink City of India.


2.  Bagian dari Segitiga Pariwisata Emas India


Jaipur adalah ibukota negara bagian terbesar di India, yaitu Rajasthan, loh! Posisi Jaipur sangat strategis yaitu terletak berdampingan dengan Delhi dan Agra layaknya berbentuk seperti segitiga. "The Golden Tourism Triangle" itu adalah sebutannya, dengan demikian Japur adalah salah 3 top kota destinasi wisata yang paling sering dikunjungi di India. 

Jika kalian memliki waktu yang cukup luang untuk berlibur di India, aku sangat menyarankan untuk menggunakan kereta api umum. Selain harganya yang lebih terjangkau dan terakses, kita juga disuguhkan oleh beragam fasilitasnya—dari yang ber AC atau tak ber-AC, kursi atau sleeper sitting, dinner dan sebagainya. Informasi lebih lanjut mengenai harga tiket kereta (Indian Railways) bisa cek di sini.

3. Kota Kerajaan India

The City Palace Jaipur

Adanya arsitektur yang unik, makanan, sejarah dan keragaman budayanya menjadikan Jaipur dikenal sebagai "Royal City of India". Jaipur dibangun pada tahun 1700-an di bawah perintah penguasa Rajput Sawai Raja Jai Singh II, memiliki beberapa istana kerajaan paling cantik di India - struktur rumit yang dirancang ratusan tahun lalu yang masih memikat pengunjung mancanegara hari ini.  Tak heran bila Jaipur juga sering disebut sebagai surganya fotografer.

"The response [to our photographs of Jaipur] has been amazing, almost ridiculous," Cheng said. "A lot of our followers hadn't seen this side of India, so we're happy we were able to show this side of the country. (Source : CNN Style 2018)

4. Kuil Monyet? Ada di Jaipur!



Monkey Temple/ Khole Ke Hanumanji Temple, Jaipur

Monkey Temple maksudnya banyak monyetnya gitu? Benar banget! Ada ratusan mungkin ribuan monyet yang menetap di sana. Kuil ini terletak di bukit kecil—kurang lebih 1km jalan kaki untuk mencapai puncak kuilnya. Cocok banget buat kamu yang ingin menikmati peaceful enviroment dengan keindahannya saat sunset. 

Monkey Temple yang bernama asli Khole Ke Hanumanji Temple adalah tempat pemujaan kepada Lord Hanuman—The Hindu Monkey God. Konon katanya, kuil ini sangat suci dan sakti—semua keinginan pemuja selalu dikabulkan. Nah, bagi kalian yang kepo sama ulasannya, bisa cek di sini ya.

5. Pemilik Alat Hitung Astronomi Akurat di Dunia

Jantar Mantar Observatory/newsmee.com

Jaipur juga merupakan rumah bagi salah satu monumen yang terkenal di dunia dan yang telah diselamatkan dari penjarahan para penjajah.Yap, namanya  Jantar Mantar. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Sites, setelah Amer Fort.

Kata 'Jantar' berasal dari kata 'Jantra' yaitu kata Sanskerta yang berarti instrumen. Sedangkan 'Mantar' berasal dari 'Mantrana' yang berarti 'untuk menghitung.' Jantar Mantar ("instrumen penghitung") sebenarnya adalah observatorium, yang seharusnya digunakan oleh para ilmuwan dan ilmuwan untuk membuat perhitungan astronomi yang akurat. Ada total 19 instrumen astronomi dengan berbagai ukuran di Jantar Mantar.

Demikian pembahasan mengenai hal-hal menarik di kota Jaipur. Jika kalian tertarik untuk mengunjungi kota ini, disarankan untuk membuat bucket list terlebh dahulu, ya! Tentunya akan memudahan kalian menentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi diwaktu yang tepat agar tidak ada yang ketinggalan, hehe. 
Oke peeps, aku pamit undur diri! 😊


Hai, peeps! Banyak orang yang menanyakan alasan aku ikut project ini, dan kenapa India?
Yuk, simak ceritanya, ya! 
😍

Sebelum itu, aku ada quote spesial nih!
“You make a living by what you get. You make a life by what you give.”
~Winston Churchill

Gender Inequality atau ketidaksetaraan hak antara laki-laki dan perempuan adalah salah satu isu terbesar yang terjadi di dunia. Gender Equality adalah tujuan pembangunan berkelanjutan No.5 yang telah ditetapkan oleh United Nations. Faktanya:

1 diantara 5 perempun berusia 15-49 telah melapor pernah mengalami kekerasan fisik atau pun seksual oleh pasangannya selana 12 bulan dan 49 negara di dunia tidak mempunyai hukum tentang perlindungan perempuan atas kekerasan rumah tangga. 

Selain itu, walaupun praktek ilegal seperti pernikahan anak di bawah umur dan mutilasi alat genital perempuan telah menurun 30% dibandingkan pada tahun lalu, akan tetapi angkanya masih cukup besar—750 juta perempuan menikah dibawah usia 18 tahun dan palng sedikit 200 juta perempuan telah melakukan praktek ilegal, sehingga masih menjadi pekerjaan rumah dunia yang harus diselesaikan segera.
sumber: disini

Alasan Aku Memilih Gender Equality di India

 Simpelnya, karena menurutku I was volunteering at the right project and at the right place. Berikut ini adalah faktor pendorong aku memilih India dan Gender Equality:

  1. Laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Pernah kah kalian mendengar julukan Men Country untuk India? Yup. Hal ini dikarenakan setiap 107 kelahiran di India hanya akan ada 100 kelahiran perempuan lainnya. Sedangkan menurut WHO, normalnya setiap 105 kelahiran laki-laki akan ada 100 kelahiran perempuan lainnya. Aku menyaksikan sendiri betapa mendominasinya laki-laki apalagi di tempat umum kayak pesawat, kereta, shopping center, dan lainnya. 💁
  2. The biggest raped-cases and sexual abuses are in India. Dikutip oleh Forbes (2019), India adalah negara terburuk dari 50 negara lainnya yang berada di dalam kategori Gender Inqeuality. Kasus pemerkosaan sangat memprihatinkan, hampir 90% perempuan yang diperkosa mengetahui pelakunya tetapi tidak melapor ke kepolisian dikarenakan takut atau merasa tidak ada manfaatnya. 
  3. Jaipur termasuk salah satu kota teraman bagi perempuan di India. Ga dipungkiri aku juga rada takut ke India awalnya.😂 Nah, setelah baca beberapa artikel, nanya sama pendapat orang-orang yang pernah ke India, Jaipur sangat direkomendasikan— ia juga disebut kota terdamai di India yang memiliki lebih sedikit kasus kriminal yang berkaitan dengan Gender Inequality. 
Ringkasan Kegiatan Gender Equality di Jaipur

Week 1
4-10 Agustus 2018

Incoming Preparation Seminar (IPS)
IPS adalah pre-briefing yang diselenggarakan oleh AIESEC tuan rumah yaitu AIESEC in Jaipur. Kegiatannya meliputi pengenalan, penjelasan mengenai kegiatan selama 5 minggu, expectation setting, personal goal setting, dan lainnya. IPS hukumnya waijib diikuti oleh semua exchange participants.

Self-Defense Class
Kami berkolaborasi dengan salah satu NGO yaitu Defenders of Faith untuk memberikan sesi kelas bela diri terkhusnya kepada murid perempuan di jenjang SD-SMP. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi jika terjadi hal-ha berbahaya yang bersifat mengancam.




Women Empowerment Class
Women empowerment class bertujuan untuk membangun kesadaran isu Gender Inequality—diksriminasi, eksploitasi, dan kekerasan rumah tangga terhadap perempuan di India. Kami mengadakan sharing session dengan mengunjungi beberapa sekolah dan universitas di Jaipur.  

Street Play Performance
Agar isu Gender Equality ini dapat tersampaikan dengan menarik, oleh karena itu, kami mengemas 10 menit drama yang menggambarkan isu tersebut di kehidupan sehari-hari. Street Play Performance ditampilkan di salah satu mall terbesar di Jaipur—World Trade Park Mall. 😍
Anyway, I couldn't more agree that storytelling is the best way to attach people's heart.




 Kepo gimana Street Play Performance? Yuk tonton video di bawah ini, yaa!💁




Week 2
13-17 Agustus 2018

Global Village
Yeay, ini adalah agenda yang paling menarik! Setiap exhange participants akan dikelompokkan berdasarkan negara asalnya untuk menampilkan ciri khas dari negara tersebut. Bisa makanan, pakaian, kesenian, dan lainnya. Kalau Indonesia, indomie tentunya paling berjaya hehe.😂







 

Market Survey of Gender Equality
Inii adalah momen ngobrol santai dengan masyarakat Jaipur. Bisa dibilang salah satu kegiatan yang melelahkan, karena kami berkeliling ke salah satu shopping center terpadat di Jaipur yaitu Hawa Mahal Road Shop. Ps. karena ga semua orang ngerti bahasa Inggris, alhasil AIESEC Buddy siap sedia menjadi translator. 😂




Week 3
20-24 Agustus 2018

Pads Production
One of the fascinating parts during volunteering was making pads and distributing those to people in need in the slum area. Softex dan mentsruasi adalah hal tabu, loh!
Aku ingat banget momen dimana kami door-to-door (datengin rumah per rumah) untuk membagikan softex. Faktanya, sebagian besar dari wanita dewasa tidak menggunakan softex. Mereka hanya menggunakan kain dan mencucinya kembali.

Miris? Iya. 
"Apakah ibu-ibu tau apa yang terjadi kepada ibu ketika ada darah yang keluar?" Tanya kami.
Sebagian mereka malu untuk menjawab--kembali masuk ke rumah, bahkan ada yang menjawab menstruasi adalah sebuah penyakit. 😭






Psychologist Session
Setelah cukup mengamati keadaan ril lapangan, kami mengunjungi one of the greatest psychologist di Jaipur. Sayangnya disini aku ga ada dokumentasi bersama. 😢 Yang pastinya, beliau membuka pikiran kita bahwa apa yang kita lihat di portal berita itu benar adanya, dan membangun Gender Equality dan Women Empowerment adalah tugas yang besar.

Week 4 - Week 5
27 Agustus - 7 September 2018

Teaching at Elementary School
Ini adalah pengalan tergokil, peeps! Coba bayangin kalian mau kenalin gender equality ke anak kelas 1-6 SD yang notabenya mereka ga bisa berbahasa Inggris. 😂 Super challenging karena penyampaian materinya harus tetap fun dan engaging. 

Salah satu topik yang kita ajarkan ke anak-anak, yaitu Gendered Job Stereotypes yang sering terjadi.

Maksudnya gimana?
Jadi, ada beberapa pekerjaan yang sering diasosikan hanya untuk gender tertentu.
Contohnya :
Perawat - perempuan
Polisi - laki-laki
Astronout - laki-laki
dan lainnya.

Lesson learned from here is that every individual in this world deserves to choose “a dream job”. The only matter is what you capable and passionate of.




















Itulah alasan dan ringkasan perjalanku mengikuti volunteering gender equality di Jaipur. Part 4 will be coming soon! Aku bakal cerita hal-hal menarik di India yang mungkin belum banyak kalian tau. So, stay tuned! 💁












Hai, peeps! Yeay, Part 2: Global Volunteer Gender Equality in Jaipur is out! Ada beberapa hal menarik yang mungkin menjadi "Culture Shock" bagi netizen Indonesia tinggal di boarding house Jaipur. Hope you guys enjoy. 😜

Perjalanan Menuju ke Boarding House

Important Notes! To ensure delivery of quality leadership development experiences, AIESEC has minimum Exchange Standards for us. Di setiap project, memiliki standar minimum yang berbeda, jadi kalian harus cermat juga ya memilih project-nya! 😊 Project aku menyediakan arrival pick-up dan accomodations (tempat tinggal), peeps! 

Jam menunjukkan pukul 10 malam waktu Jaipur. Ohiya, waktu Jakarta lebih cepat 1 jam 30 menit daripada waktu Jaipur. Saat itu juga, AIESEC Buddy, Anshu menelpon menanyakan kabar kedatanganku. Wow ternyata dia bilang dia sudah di depan pintu kedatangan dan siap menyambutku. Disatu sisi, sebenarnya aku deg-degan karena aku selama ini hanya berkomunikasi dengan Anshu via Whatapp. "Is he nice?," Tanyaku dalam hati.

Anshu and I @Airport

He's super lovely! Sayangnya Anshu ga sempat untuk mengantarkan aku ke boarding house. Kata Anshu, aku ga perlu khawatir karena dia sudah memesankan Ola cab (Salah satu transportasi online yang ternama di India yaitu Ola). Anshu juga sempat cerita, katanya ada 2 super funny Indonesian di boarding house yang sama. Menurut Anshu, mereka bakal menjadi supportive friends buatku. Anyways, aku udah sempat kontakan sama mereka selagi aku di Indonesia. Bahkan mereka nitip sambal terasi dong. Don't worries Gendis and Dimas, sambal terasi is coming to you! 😝

Sesampainya di boarding house, ada sosok laki-laki yang tersenyum simpul menyambut kedatanganku sembari membantu aku menurunkan koper. His name is Ravindra. Ravindra sempat bilang kalo di boarding house ini bakalan ada 9 orang lainnya yang mengikuti project yang sama tetapi tim gelombang pertama (Juni-Agustus). Di projectku, hanya 4 orang (Juli-September) termasuk aku hehe. Totalnya ada 13 orang yang akan tinggal berbarengan. Wow😍

Ohiya, aku tinggal di boarding house yang beralamat di:
229, SINDI COLONY, BANI PARK JAIPUR, RAJASTHAN 302016, INDIA

Tersedia di TripAdvisor, loh! Review-nya bisa cek di sini. 

Berikut 5 hal unik tentang boarding house / kost di Jaipur yang wajib kamu tau! 😉

1. Bangunan di Jaipur Identik dengan Balkon

Layaknya bagunan perumahan di kota metropolitan Indonesia—seperti Jakarta, terkhususnya di daerah Bani Park, seluruh perumahan pasti memliki balkon yang cukup luas. Selain bertujuan sebagai tempat bersantai dikala senja, balkon dimanfaatkan untuk menjemur pakaian. Bangunan boarding house-ku cukup unik, terdiri dari 3 lantai dan balkon. Lantai pertama ditempati oleh pemilik boarding house, sedangkan lantai kedua dan ketiga terdapat beberapa kamar yang bisa ditempati oleh pengunjung. Aku dan exchange participants lainnya menempati lantai kedua. Terdapat 4 kamar, masing-masing kamar terdiri 3-4 kasur. Kira-kira view dari balkon seperti ini,nih!


2. Laundry Services Jarang Ada!

Fun fact, laundry services tidak teraksesibel layaknya tukang cuci di Indonesia. Walaupun lokasi boarding house-ku cukup strategis—dekat dengan pasar, supermarket, dan mall, AESEC Buddy sudah mengingatkan kami kalau di sini orang-orang lebih suka mencuci pakaianya sendiri, terkecuali pakaian-pakaian pilihan. Ohiya, kalau ironing services (menyetrika pakaian) sering ada. Jadi, bagi kalian yang akan menetap cukup lama di Jaipur siapkan mental kalian untuk mencuci pakaian sendiri, peeps. 😏

3. Semua Boarding House di India Jorok? Mitos!

Tentunya pernyataan ini salah besar, AIESEC in Jaipur pastinya memilih boarding house yang nyaman untuk ditempati oleh exchange participants-nya. Hal ini juga bergantung pada tingkat higenitas setiap individu dan budaya negara masing-masing. Dikarenakan project di AIESEC mengajak kita untuk bisa menerapkan living of diversity—kemampuan beradaptasi dan tinggal bareng dengan 13 orang yang memiliki perbedaan karakteristik budaya negara masing-masing. Jika adanya hal-hal yang dianggap membuat satu sama lain ga nyaman, tentunya kita mendiskusikannya secara langsung dan terbuka. 😊

Dari segi fasilitas, di boarding house sudah menyediakan water heater dan alat-alat kebersihan seperti sikat kamar mandi, pel, sapu dan lainnya. Terutama di dapur, sudah tertulis peraturan mengenai kebersihan alat-alat makanan dan kulkas, kami pun menerapkan jadwal membersihkan dapur hingga kamar mandi. Jadi, tentunya semua boarding house di India jorok adalah mitos belaka. Anyways, they're all my roomates!



4. Kasur Tipis Khas India

Tak dipungkiri, aku pribadi awalnya sangat shock dengan tempat tidur boarding house-nya dikarenakan betapa tipis kasur yang akan aku tiduri. Dugaanku ini rasanya pasti seperti tidur di atas kayu, tapi ternyata cukup nyaman loh, peeps! 😂 Umumnya semua boarding house di India memang menggunakan kasur tipis yang menjadi ciri khasnya tersendiri. Berikut tampak kasur di boarding house-ku dan beberapa boarding house lainnya yang cukup terkenal di India!

My Boarding House

Boarding House at Indus International School

 Boarding House at Mann School New Delhi

5. Boarding House = Meeting Point

Serunya tinggal berbarengan selagi mengerjakan project yang sama adalah kita ga perlu repot-repot untuk mencari tempat untuk berdiskusi dan brainstorming tanpa perlu ribet harus mandi. 😂 Setiap harinya kita selalu memanfaatkan ruang tengah untuk bermain games, makan bareng, dan berdiskusi agenda perharinya. Hal ini tentunya membuat suasana kekeluargaan yang hangat. 

Yup! Itu dia 6 hal unik selama aku tinggal di boarding house di Jaipur. Hmm, kira-kira di Part 3 akku bakal ngebahas apa ya? Nantikan part berikutnya, ya! Tulisan ini juga akan menjadi kenanganku pribadi yang aku harap bisa bermanfaat untuk kalian. So, stay tuned for something awesome!👄
Older Posts

HELLO, THERE!


I'm Aqila, a 20 years old girl who's actively taking role in a lot activities that she passionate about. She's in a way of chasing her dream.


Find More

LET’S BE FRIENDS

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (10)
    • ▼  May (1)
      • The 5 Love Languages And Why You Should Care
    • ►  April (6)
    • ►  March (3)

Labels

#Highschool #Instagram #Pacaran #RomanticRelationship #Skripsi #YaIniGue AIESEC Gender Equality Global Volunteer India Jaipur Student Exchange
FOLLOW ME @AQILASHEILA

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates